Apa itu pendidikan dan pengaruhnya dalam kehidupan? Serta seberapa besar peran beasiswa untuk pendidikan? Mari kita pahami lebih dalam mengenai pendidikan dan beasiswa untuk pendidikan.

Konsep dan pentingnya pendidikan

Pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai proses perubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, serta proses mendidik. Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) menjelaskan pendidikan sebagai “tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya”. Sedangkan menurut UU No. 20 tahun 2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Dari beberapa pengertian pendidikan di atas, dapat dijelaskan mengenai manfaat pendidikan bagi setiap individu dalam kehidupannya, yaitu: pendidikan dapat mengembangkan potensi dan kecakapan hidup peserta didik untuk menghadapi perannya di masa datang dan sebagai bekal dalam menghadapi dan memecahkan masalah kehidupan sebagai pribadi, warga masyarakat, maupun sebagai warga negara.

Pengaruh pendidikan terhadap kualitas keagamaan peserta didik

Dalam lingkungan sekolah, salah satu mata ajar yang diberikan terus menerus dari pendidikan usia dini hingga di bangku perkuliahan adalah Pendidikan Agama. Hal tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya pendidikan Agama untuk peserta didik dalam meningkatkan kualitas keagamaan individu. Orang yang memperoleh pendidikan agama akan mempunyai kualitas keagamaan yang lebih baik daripada yang tidak pernah mendapatkan pengajaran mengenai pendidikan agama.

Pengaruh pendidikan terhadap akhlak peserta didik

Akhlak dan moral yang baik didapatkan oleh seseorang melalui pengajaran yang baik pula. Pendidikan formal telah mengajarkan mengenai kepribadian serta bentuk akhlak dan moral yang baik yang terangkum dalam mata ajar pendidikan kewarganegaraan. Mata ajar tersebut mengajarkan mengenai akhlak, tingkah laku, serta pedoman norma hukum dan norma sosial sebagai makhluk pribadi maupun makhluk sosial. Melalui pendidikan ini, peserta didik mendapatkan pengajaran mengenai hak dan kewajiban seorang individu serta dampak yang diperoleh jika melanggar norma kehidupan. Sehingga, secara tidak langsung pengajaran tersebut membentuk respon diri yang adaptif, mampu mengontrol pengendalian diri sehingga mencegah terjadinya perbuatan melanggar hukum. Dengan kata lain, pendidikan memberikan pengaruh terhadap tingkat kejahatan yang lebih rendah dikarenakan orang yang berpendidikan akan lebih produktif, sehingga mengurangi tingkat pengangguran yang berpotensi pada tindak kejahatan.

Pengaruh pendidikan dalam membangun jiwa sosial dan jaringan pertemanan

Pengajaran mengenai cara komunikasi yang baik akan memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mendapatkan teman yang banyak serta meningkatkan jiwa sosial. Peserta didik akan diajarkan cara berkomunikasi dan bersosialisasi yang baik, sehingga menurunkan tingkat kecanggungan maupun permasalahan yang timbul  dalam berkomunikasi. Selain itu, pendidikan mengajarkan cara berkomunikasi melalui jejaring sosial dalam perkembangan teknologi. Sehingga hal tersebut memperbanyak jaringan pertemanan.

Pengaruh pendidikan terhadap kecerdasan dan keterampilan peserta didik

Proses pendidikan mengajarkan mengenai ilmu pengetahuan baik itu ilmu eksata maupun non eksata yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan peserta didik serta melatih keterampilan yang dimiliki. Dalam pendidikan jenjang atas (kuliah), peserta didik diberikan kesempatan untuk bersekolah sesuai keterampilan dan kemampuan yang dimilikinya.

 

 

Pengaruh pendidikan terhadap dunia perekonomian Bangsa

Pendidikan akan meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta tempat untuk eksplorasi kreativitas diri guna kehidupan masa depan. Sehingga, dengan kreativitas, manusia bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan baru, sehingga hal tersebut akan membantu perekonomian bangsa.

Pengaruh pendidikan terhadap tingkat kesehatan warga Negara

Ilmu mengenai kesehatan dalam pendidikan akan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup sehat serta cara kemampuan diri dalam mengontrol gaya hidup sehat.

Melihat begitu pentingnya pendidikan bagi kehidupan manusia, maka pemerintah Indonesia mewajibkan adanya pendidikan wajib 9 tahun. Selain itu, UUD 1945 telah mengatur tentang Hak Asasi Manusia dalam bidang pendidikan, yaitu pasal 31 ayat 1: “setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan” . kemudian pasal 31 ayat 2 berbunyi: “setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya” , dalam pasal tersebut tersurat bahwa pemerintah wajib membiayai pendidikan warganya.

Namun, dalam kenyataannya, pendidikan di Indonesia masih mempunyai banyak masalah, diantaranya :

Rendahnya kualitas guru

Guru memberikan andil besar pada kualitas pendidikan. Kualitas beberapa guru di Indonesia masih memprihatinkan, kualitas pengajar yang rendah dipengaruhi oleh masih rendahnya kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru. Jadi, pendidikan yang tinggi dari seorang guru, menentukkan tingkat kualitas tenaga pengajar.

Kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan

Kesempatan mendapatkan pendidikan pada anak yang tinggal di kota lebih besar dari pada kesempatan pada anak daerah. Hal tersebut dikarenakan kurangnya sarana sekolah dan tenaga pengajar, serta letak sekolah yang jauh. Terlebih, kesempatan mendapatkan pendidikan tidak merata dikarenakan mahalnya biaya pendidikan bagi anak daerah.

Mahalnya biaya pendidikan

Istilah “orang miskin tidak boleh sekolah” mungkin masih ada dalam benak beberapa masyarakat yang tergolong tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya. Mereka menganggap bahwa pendidikan bermutu itu mahal, sehingga masyarakat lebih memilih untuk tidak menyekolahkan anaknya, justru mendorong anak mereka untuk bekerja dini demi menyambung kehidupan keluarga. Mahalnya biaya pendidikan menjadi salah satu penyebab kurangnya pemerataan pendidikan.

 

Lalu, bagaimana solusinya? Apakah beasiswa pendidikan berperan dalam mengatasi masalah-masalah pendidikan di Indonesia?

Menilik dari beberapa masalah pendidikan yang ada di Indonesia, diperlukan upaya pemerintah untuk meningkatkan pemerataan pendidikan serta kualitas tenaga pengajar dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Beasiswa adalah bantuan material yang diberikan oleh instansi atau lembaga kepada seseorang yang memenuhi syarat sebagai penerima beasiswa. Beasiswa pendidikan adalah salah satu jenis beasiswa yang perlu perhatian khusus, mengapa? Karena beasiswa mempunyai pengaruh besar dalam pemerataan kesempatan pendidikan. Macam dari beasiswa pendidikan beragam, seperti beasiswa olahraga yang diberikan kepada atlet, beasiswa berdasarkan kebutuhan (kurang mampu) yang diperuntukkan kepada anak bangsa dimana keluarga mempunyai kondisi kurang dalam pendapatan dan kesulitan untuk bersekolah, beasiswa Hibah (jasa) yang diperuntukkan kepada para pekerja yang berprestasi untuk melanjutkan studinya, beasiswa Full/ parsial dari sekolah tinggi/ perkuliahan yang terdiri dari beasiswa prestasi maupun beasiswa kurang mampu, beasiswa dalam negeri maupun luar negeri.

Sumber-sumber beasiswa pendidikan biasanya berasal dari pemerintah, yayasan, perusahaan, maupun dari donator. Beberapa jenis beasiswa tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu memberikan kesempatan kepada anak bangsa untuk bersekolah karena murni akan prestasi, kepada anak bangsa karena prestasi dan keterbatasan kehidupan, kepada anak daerah karena keterbatasan geografis, serta kepada anak bangsa karena murni keterbatasan kehidupan namun mempunyai keinginan untuk bersekolah.

Menilik manfaat pendidikan yang luar biasa mempengaruhi kehidupan peserta didik secara khusus hingga mempengaruhi kehidupan bangsa, maka beasiswa hadir untuk menjawab beberapa masalah pendidikan yang dialami bangsa Indonesia. Dampak positif sederhana dari beasiswa pendidikan yaitu mengurangi jumlah anak putus sekolah, meningkatkan jumlah peserta didik yang berprestasi dan kreatif, sehingga akan menciptakan generasi muda kreatif dan inovatif yang akan mengurangi jumlah pengangguran. Berkurangnya pengangguran akan mengurangi pula tingkat kejahatan serta masalah kesehatan fisik maupun psikis. Selain itu, beasiswa pendidikan akan meningkatkan jenjang pendidikan para penerus bangsa yang akan menciptakan kader guru berkualitas tinggi, sehingga meningkatkan pula mutu pendidikan di Indonesia.

Apakah ada masalah dalam penyaluran beasiswa pendidikan?

Saat ini masalah masih muncul mengenai pemerataan pemberian beasiswa. Beberapa contoh adalah kurangnya beasiswa yang diberikan pada anak daerah, aliran beasiswa yang terkadang tidak tepat sasaran, maupun minimnya informasi peserta didik mengenai beasiswa yang ditawarkan, sehingga kurang optimal penggunaan sarana beasiswa tersebut.

Lalu, langkah tepat seperti apakah yang seharusnya diterapkan agar tercipta pemerataan beasiswa pendidikan?

Untuk mengurangi beberapa masalah penyaluran beasiswa, diperlukan kerjasama antara pemberi beasiswa, panitia penyalur beasiswa hingga penerima beasiswa. Pemberi beasiswa harus mempunyai persyaratan yang tepat bagi calon penerima beasiswa serta pemerataan jenis beasiswanya, panitia menseleksi calon penerima beasiswa dengan criteria yang telah ditentukan tanpa adanya praktik KKN. Dari pihak calon penerima beasiswa, diharapkan memilih beasiswa pendidikan yang tepat baginya, apakah beasiswa prestasi atau beasiswa kurang mampu. Peserta didik diharapkan tidak mengapply beberapa jenis beasiswa dalam satu waktu, karena hal tersebut mempersempit kesempatan peserta didik lain yang ingin mengapply beasiswa. Sehingga pengawasan dan kontroling penerima beasiswa diperlukan untuk menciptakan pemerataan penerima beasiswa.

Dapat disimpulkan bahwa pemerataan beasiswa mempunyai peran penting dalam pemerataan pendidikan dengan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter, dengan mencakup moral, akhlak, serta kepribadian yang baik.

Di tulis oleh : TYAS UTAMI ERNAWATI

Mahasiswa Ilmu Keperawatan UNDIP angkatan 2010